KAU INI BAGAIMANA AKU HARUS BAGAIMANA
kau suruh aku mengamati wajahmu
aku amati
kau kerlingkan mata pada yang lain
kau suruh aku melirikmu
aku lirik
kau tolehkan kepalamu
kau usir aku
aku pergi
kau telepon: aku menunggumu
kau beri isyarat: biar aku dengan temanku
aku biarkan
kau tuduh aku tak peduli
kau suruh aku menyapamu
aku sapa
kau beri senyuman pada temanmu: menyindirku
kau lafazhkan: jangan dekati aku
aku jauhi
kau tuduh aku ingkar janji
kau umumkan mimpi-mimpimu
aku libatkan diri
kau larang aku
kau lafazhkan: biarkan aku sendiri
aku biarkan
kau sampaikan pesan: mengapa aku tak bertanya lagi
kau tegaskan: jangan tinggalkan aku
aku tunggu
kau tak datang padaku
kau isyaratkan: temani aku
aku temani
kau tegaskan: biar aku menyendiri
kau nyatakan: jangan jatuh
aku tak jatuh
kau goda aku
Payakumbuh, 18 Februari 2017
TERBANG DALAM GELAP
terpikir atau dipikir?
teringat atau diingat?
terpikir
teringat
lidah fatamorgana
pesan air pelepas dahaga
padahal pasir merah di sahara
kelopak mata tertutup
gelap. Gelap.
jilbab hijau menggoda berkali
telur sama tidak pernah memecah-mecah
daun ada tanah
terbang
tiba tanah
aku terbang dalam gelap
Payakumbuh, 24 September 2016
TEKAD DARAHKU
kepada Desi Marlina dan Syifa Raihana Farid
ini, ada 3 jantung hati
jantung hatiku
jantung-hatiku
jantung hati kata
kata baru dinamakan kata
manakala deg-degan nelangsa
disini, wujud 3 kumbang
kumbang kembang
kumbang sembahyang
kumbang terbang
terbang baru dinyatakan terbang
ketika darah surga terima
Payakumbuh, 1 Desember 2016
BERUBAH
kali ini kau pakai baju baru
serupa tafsiranku dulu
wajahmu …???
rindu
laut biru
aku setuju
kangen kembali ke waktu lalu
baru bajuku: perlu waktu; tunggu
Payakumbuh, 14 Februari 2017
INGIN MENGIKAT TALI YANG PUTUS
Sejuta kata tak terungkap
Seribu satu rasa tak tersingkap
Tipis bibirmu bergerak seakan
cairkan kebisuan
kau, aku
Payakumbuh, 24 Februari 2017
Puisi-puisi ini karya: HM Farid Wajri RM
Diposkan oleh HM Farid Wajri RM
Diposkan oleh HM Farid Wajri RM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar